Jumat, 18 November 2011

KONSEP ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI

Arsitektur Tradisional Bali bersumber dari ajaran ajaran serta tuntunan tentang merencanakan dan menciptakan ruang. Ajaran serta tuntutan tersebut mengandung nilai yang sangat mendasar, nilai filosofis, nilai religius serta nilai manusiawi yang termuat dalam lontar – lontar. Konseptual perancangan arsitektur tradisional Bali berdasarkan pada nilai tata ruang yang dibentuk oleh tiga sumbu berikut :
a.    Sumbu Cosmos  : Bhur, Bhuah dan Swah (hydrosfir, litosfir dan atmosfir)
b.    Sumbu Ritual     : Kangin dan Kauh (terbit dan terbenamnya matahari)
c.    Sumbu Natural   : Utara dan Selatan (gunung dan laut)
Menurut Eko Budihardjo, konsep dasar dari Arsitektur Tradisonal Bali (ATB) yang selalu dipakai pada pembangunan bangunan Bali dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.        Tri Loka or Tri Angga Hierarchy of Space
2.        Nawa Sanga or Sanga Mandala Cosmological Orientation
3.        Manik Ring Cecupu Balanced Cosmology
4.        Human Scale and Proportion
5.        Open air, ‘court concept
6.        Calrity of structure
                  7.   Truth of Materials

Senin, 28 Maret 2011

ALAMKU

Dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kelestarian sumber alam, maka kondisi riil sumber daya alam perlu mendapat perhatian serius. Kondisi sumber daya alam saat ini dan kecenderungannya ke depan harus dijadikan dasar dalam menentukan pembangunan yang akan dikembangkan. Pembangunan yang berwawasan lingkungan terasa belum sepenuhnya dapat diterjemahkan oleh seluruh aparat pelaksana pembangunan, sehingga dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada, sedangkan di pihak lainmasyarakat belum mengerti tentang arti penting kelestarian lingkungan. Kualitas lingkungan semakin menurun contohnya dengan banyaknya pantai dan sungai yang kondisinya kritis akibat abrasi dan erosi. Pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan dan tidak brencana yang mengakibatkan keseimbangan lingkungan menjadi rusak. 
Dinamika perkembangan kehidupan manusia menunjukkan bahwa semakin modern tingkat kehidupan manusia, semakin besar sumber daya alam yang dikonsumsi dan semakin besar pula tingkat kerusakan dan pencemaran sumber daya alam yang ditimbulkan. Perkembangan kehidupan tersebut pada akhirnya menyebabkan semakin kristis/parahnya kondisi sumber daya alam. Halini juga secara langsung menunjukkan bahwa faktor prilaku manusia yang ada disekitar sumber daya alam yang ada tersebut menjadi sangat menentukan kondisi sumber daya alam ang ada tersebut menjadi sangat menentukan kondisi kondisi sumber daya alam yang ada di sekitar mereka.

Kamis, 24 Februari 2011

RUANG DALAM ARSITEKTUR


­Pada hakekatnya ruang-ruang pada arsitektur rumah tinggal baik pada masyarakat Barat maupun Timur pada awalnya mempunyai pola yang sama yaitu mempunyai konsep mitologi dan kosmologi pada penataan ruangnya. Dalam perjalanan sejarah kemudian masyarakat Barat mulai meninggalkan tahapan Mistis dan mulai memasuki tahapan Ontologis. Ini kalau kita mengacu kepada pembagian tahapan kebudayaan masyarakat menurut Van Peursen. Sedangkan masyarakat Timur cenderung masih mempertahankan kebudayaan mistisnya walaupun saat ini juga terlihat adanya perubahan akibat proses akulturasi.
­ Pemahaman tentang makna ruang yang terjadi sebenarnya tidak dapat dibedakan secara "hitam putih" dengan klasifikasi dikotomis Timur-Barat; Rasionalis- Romantis sebab dalam realitanya pada masyarakat Barat (Inggris, Jerman, Perancis dan Amerika) maupun pada masyarakat Timur (Jepang, Cina, Arab, Bali dan Jawa) sendiri di masing- masing kebudayaan juga memiliki perbedaan wujud dan makna ruang yang dijadikan wadah aktivitasnya. Seperti misalnya sama-sama antroposentris, tetapi di Barat ada generalisasi ukuran sedangkan di Timur mengacu kepada masing-masing tubuh pemilik rumah.
­Ruang dalam arsitektur merupakan suatu hal yang cukup misterius dimana keberadaannya cukup mengundang para arsitek untuk merenungi secara mendalam sebelum menata, merangkai menjadi suatu arsitektur dan menyesuaikannya dengan kebudayaan yang dipangku oleh pemakainya.
­ Paradigma berpikir tertentu ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk memahami atau menilai karya arsitektur yang bersumber pada paradigma yang berbeda. Karena kalau dipaksakan akan menghasilkan suatu "Ecolo- gical Fallacy" (kesalahan berpikir yang timbul karena menyimpulkan dari satuan unit
analisis yang berbeda).

Kamis, 10 Februari 2011

SURAT DARI SAHABAT

Sudah enam hari ini saya tidak memuat tulisan apapun di blog ini... akhir akhir ini saya sedikit bingung ingin menulis apa mungkin karena ngak ada ide tulisan apa yang harus saya buat... ngak sengaja tadi buka FB saya dan klik klik di sana sini eh nyasar di kotak pesan saya. disana saya menemukan sebuah kiriman dari teman yang sedang kerja di luar negeri yang menggelitik saya untuk memposting tulisan tersebut di blog ini. surat itu kurang lebih isinya tentang betapa kaya sebenarnya negeri ini dengan segala sumber alam dan manusia yang dimilikinya. entah dimana teman saya menemukan tulisan tersebut. melihat kondisi masyarakat kita sekarang ini yang selalu diterpa isu - isu SARA serta gejolak ekonomi, saya ingin memuat tulisan ini yah sekedar melupakan sejenak betapa sebenarnya kita memiliki potensi besar. kurang lebih isi surat tersebut seperti berikut

ini. Ceritanya memang benar-benar luar biasa, membuat kita semakin bangga jadi orang Indonesia !
 Begini ceritanya, seorang backpacker dan seorang pengusaha dari Singapore.
 ...Suatu pagi di Bandar Lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.
 Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..
 “Your country is so rich!”
 Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..
 “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia”
 “Everything can be found here in Indonesia, u don’t need the world”

“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia!”
 “Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia . 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat.”
 “Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing.”
 “Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras”
 “Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri”
 “Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2 kalian sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri.”

“Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world..”

Bangga Jadi Orang Indonesia!!!

Jumat, 04 Februari 2011

RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

Suatu kota yang baik harus merupakan satu kesatuan sistem organisasi yang mampu mengakomodasi kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi, budaya, memiliki citra fisik maupun non fisik yang kuat, keindahan visual serta terencana dan terancang secara terpadu. Untuk meningkatkan pemanfaatan ruang kota yang terkendali, suatu produk tata ruang kota harus dilengkapi dengan Rencana Tata Bangunan clan Lingkungannya. Hal tersebut sebagai bagian dari pemenuhan terhadap Persyaratan Tata Bangunan seperti tersirat dalam Undang – Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung pasal 9).

Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) diperlukan sebagai perangkat pengendali pertumbuhan serta memberi panduan terhadap wujud bangunan dan lingkungan pada suatu kawasan. RTBL disusun setelah suatu produk perencanaan tata ruang kota disahkan oleh Pemerintah Daerah setempat sebagai Peraturan Daerah (Perda). Untuk dapat mengendalikan pemanfaatan ruang, suatu rencana tata ruang seyogyanya ditindaklanjuti pula dengan pengaturan di bidang tata bangunan secara memadai melalui Peraturan Bangunan Setempat (PBS).

Peraturan Bangunan Setempat yang bersifat khusus yang diperlukan sebagai pengarah perwujudan arsitektur lingkungan perkotaan (urban architecture) terutama pada kawasan atau bagian kota yang tumbuh cepat dan berkembang secara tidak teratur baik dari segi tertib bangunan, keselamatan bangunan maupun keserasian bangunan terhadap lingkungannya. Peraturan yang bersifat khusus ini disebut juga Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang bersifat melengkapi peraturan bangunan setempat yang telah ada. Dengan mengacu pada Rencana  Tata Ruang Kota yang berlaku, selanjutnya disusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang memberikan arahan pengendalian pemanfaatan ruang dan menindaklanjuti Rencana Rinci Tata Ruang, serta sebagai panduan rancangan kawasan dalam rangka perwujudan kualitas bangunan gedung dan lingkungannya. Dengan demikian RTBL akan memberikan arahan terhadap wujud pemanfaatan lahan, ragam arsitektural dari bangunan–bangunan sebagai hasil rencana teknis/rancang bangunan (building design), terutama pada kawasan/daerah tertentu yang memiliki karakter khas seperti dimaksud di atas.

Rabu, 02 Februari 2011

PENDIDIKAN


Pendidikan merupakan salah satu aspek penting bagi pembangunan bangsa, Ketika di Asia Timur muncul negara-negara industri baru, banyak ahli menyatakan keberhasilan pembangunan negara-negara tersebut didukung oleh tersedianya penduduk yang terdidik dalam jumlah yang memadai. Karena itu hampir semua bangsa menempatkan pembangunan pendidikan sebagai prioritas utama dalam program pembangunan nasional mereka. Sumber daya manusia yang bermutu tinggi, yang merupakan produk pendidikan dan kunci keberhasilan pembangunan suatu negara.

Terus bergiatnya penyelenggaraan pendidikan bertaraf internasional, akan semakin penting terlebih di era globalisasi yang menekankan adanya kompetisi begitu ketat. Namun, yang tak kalah pentingnya adalah jika sekolah berstandar internasional tersebut tidak melupakan identitas bangsa Indonesia. Sekolah-sekolah tersebut harus menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam pembelajaran mata pelajaran di sekolah. Karena kita harus mempertahankan jati diri bangsa. Pun demikian, sekolah-sekolah berstandar internasional agar tidak hanya mengedepankan kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun kecerdasan raga, rasa dan hati.

Selasa, 01 Februari 2011

TRANSPORTASI SARBAGITA

Secara harfiah, Transportasi dapat diartikan sebagai usaha memindahkan, menggerakkan, mengangkut, atau mengalihkan suatu obyek dari suatu tempat ke tempat lain agar lebih bermanfaat atau berguna untuk tujuan tertentu (Miro, 2005). Pengertian sistem transportasi secara operasional yaitu masalah masalah yang berhubungan dengan perpindahan barang dan atau orang (dengan memakai energi) yang bermanfaat bagi manusia. Sedangkan pengertian transportasi kota adalah transportasi yang dilakukan di alam suatu kota, dalam hal ini sistem transportasi kota jalan raya.

Minggu, 30 Januari 2011

SAD KERTIH

Sad artinya enam dan Kertih artinya suatu karya yang positif. Disebutkan bahwa untuk menjaga kehidupan yang seimbang dan berkelanjutan di daerah Bali ini ada enam hal yang wajib dilakukan, yaitu: Atma Kertih; Samudra Kertih; Wana Kertih; Danu Kertih; Jagat Kertih dan; Jana Kertih. Konsep Sad Kertih merupakan ajaran Hindu di Bali yang dapat ditelusuri sumbernya dalam lontar Purana Bali (I Ketut Wiana, 1999 – hal 48; 2007 – hal 14).
JAGAT KERTIH
Yaitu upaya untuk melestarikan keharmonisan hubungan sosial yang dinamis dan produktif berdasarkan kebenaran. Wadah kehidupan bersama mewujudkan kebenaran membangun keharmonisan sosial yang dinamis dalam masyarakat Hindu di Bali adalah desa pakraman. Di desa pakraman ini dikembangkan suatu keharmonisan antara hubungan manusia dengan Tuhan, antara sesama manusia, dan antara manusia dengan alam lingkungan berdasarkan kasih sayang, Tiga hubungan ini disebut Tri Hitakarana.
ATMA KERTIH
Yaitu Upaya menjaga agar kesucian Atma sebagai bagian dari Paramaatma yang berada pada setiap Bhuwana alit (microcosmos) dapat menyinari perilaku manusia menjadi baik, benar dan suci.
Untuk menegakkan kesucian Atma membutuhkan ruang , sarana, perhatian dan waktu tersendiri dalam kehidupan di dunia. Dari Atma Kertih inilah lahir tempat-tempat suci seperti tempat pemujaan Dewa Pitara (Dewa Pratista dan Atma Pratista).
SAMUDRA KERTIH
Yaitu upaya sistematis untuk menjaga kelestarian laut dan berbagai sumber-sumber alam yang ada didalamnya. Pelestarian itu dalam wujud skala dan niskala. Di laut lah diadakan upacara nanggul merana; upacara melasti, nganyut abu jenazah, nganyut sekah, upacara mapekelem dan lain-lain. Upacara tersebut bermakna untuk memotivasi umat agar memelihara kelestarian laut

WANA KERTIH
Yaitu upaya untuk melestarikan hutan. Karena itu di hutan umumnya dibangun pura Alas Angker (hutan lindung) untuk menjaga kelestarian hutan secara niskala, dihutan juga ada upacara pakelem  ke hutan atau ke gunung. Menurut kitab Pancawati ada diajarkan tentang tiga fungsi hutan untuk membangun hutan yang lestari disebut Wana Asri, yaitu: Maha wana, Tapa wana, Sri wana.
Maha wana adalah hutan belantara sebagai sumber dan pelindung berbagai sumber hayati didalamnya. Tapa wana artinya tempat-tempat orang suci mendirikan pertapaan atau pasraman. Sri wana artinya hutan sebagai sumber membangun kemakmuran ekonomi.
DANU KERTIH
Yaitu upaya untuk menjaga kelestarian sumber-sumber air tawar didaratan, seperti mata air, danau, sungai dan lain-lain. Di dananu ini juga diadakan upaya keagamaan yang berbentuk ritual sakral. Ada upacara mapakelem ke danau, ada juga umat melasti ke danau.

JANA KERTIH
Artinya mengupayakan kualitas manusia individu yang ideal. Manusia sebagai individu ideal akan dapat dikembangkan dalam wadah lingkungan alam dan lingkungan sosial yang kondusiv. Peluang bagi setiap orang untuk mengembangkan diri secara individual harus mendapatkan perhatian yang seimbang dengan kehidupan manusia sebagai  mahluk sosial.

Jumat, 28 Januari 2011

AGROPOLITAN

Menurut terminologi bahasa, Agropolitan berarti “ Kota Pertanian” yang merupakan terjemahan dari kata Agro yang artinya pertanian dan kata politan yang artinya kota. Sedangkan kawasan berarti bagian dari suatu wilayah (region) dengan fungsinya tersendiri, misalnya sebagai kawasan pertanian, perumahan, kawasan perdagangan dan sebagainya. Dengan demikian dapat ditarik suatu pengertian bahwa “Kawasan Agropolitan” merupakan bagian dari suatu wilayah yang bercirikan aktivitas pertanian yang didukung dengan sarana dan prasarana yang bercirikan perkotaan.

PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT

Pengelolaan Sampah dengan metode pengurangan sampah dengan program 3R merupakan program pemerintah untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Mengacu pada Permen. PU No. 21 PRT/M/2006 tentang kebijakan dan strategi Nasional Pengembangan Pengelolaan Persampahan terutama yang berkaitan dengan kebijakan pengurangan sampah sejak dari sumbernya dengan program unggulan 3R serta sasaran yang harus dicapai pada tahun 2010 sebesar 20%. Sesuai dengan UU No. 18/2008 tentang pengelolaan sampah, bahwa meningkatnya produksi sampah sejalan peningkatan jumlah penduduk dan konsumsi masyarakat, karena sampah merupakan sisa aktivitas kegiatan manusia. Selain itu sampah dipandang sebagai barang buangan yang tidak mempunyai nilai ekonomi. Upaya masyarakat mengelola sampah sejak dari sumbernya (3R) masih rendah, hal ini terjadi karena sosialisasi penanganan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, recycle) belum sepenuhnya dimengerti oleh masyarakat.

Rabu, 19 Januari 2011

KEUNIKAN DESA BENGKALA

ASAL USUL
Desa begkala merupakan salah satu desa yang terletak di kabupaten buleleng, kecamatan kubutambahan. Desa bengkala dihuni oleh lebih dari 2280 jiwa. Secara umum sektor utama mata pencaharian yang utama dari Desa bengkala ini yaitu pertanian dan perkebunan. Namun ada yang menarik untuk ditelusuri dari desa bengkala ini. Ternyata lebih dari 2 persen penduduk desa ini adalah penderita tuli bisu yang dalam bahasa bali juga biasa disebut kolok. Artinya lebih dari 47 jiwa di desa bengkala menderita tuli bisu yang konon telah diderita secara turun temurun sejak lebih dari 70 tahun yang lalu atau diperkirakan terjadi sekitar tahun 1940 an. Pada awalnya konon hanya ada satu penderita tuli bisu di desa ini yang diperkirakan menjadi cikal bakal penderita tuli bisu di desa bengkala ini.

Menurut mitos masyarkat setempat dikisahkan bahwa  orang kolok yang pada awalnya hanya satu orang tersebut merupakan titisan makhluk halus yang datang ke desa tersebut dan menjadi cikal bakal lahirnya keluarga yang hampir seluruh keluarga tersebut menderita kolok.
Dari segi ilmiah penderita kolok yang turun temurun juga dapat disebakan oleh terjadinya mutasi genetik yang mempunyai sifat resesif. Artinya jika pasangan suami istri sama – sama mempunyai gen yang bersifat resesif tersebut akan menurun ke anaknya. Jadi jika mereka ingin keturunannya tidak menderita kolok maka mereka harus menghindari perkawinan antara sesama penderita mutasi gen tersebut.

KEUNIKAN TARI JANGER KOLOK
 Tari janger kolok hampir sama dengan tari janger yang biasanya dipentaskan, namun pada tari janger ini ditarikan oleh orang – orang penderita kolok dan hanya diiringi oleh alat musik kendang sebagai pengatur irama. Disebutkan bahwa tarian ini terlahir ketika masyarakat setempat telah merasa bosan dengan hiburan – hiburan rakyat yang biasa dipentaskan seperti misalnya joged maupun hiburan rakyat lainnya, sehingga muncul ide untuk membuat suatu hiburan yang lain daripada yang lain dan terbentuklah sanggar tari janger kolok ini yang ternyata cukup di kenal sampai ke manca negara.
Ada satu hal yang mungkin bisa dipetik dari para penderita kolok ini, bukan dari keunikan desanya, namun kita bisa belajar dari kreativitas yang bisa terlahir dari orang – orang yang mempunyai keterbatasan fisik namun mampu menghasilkan karya yang tidak kalah hebat dengan orang – orang normal.