Minggu, 30 Januari 2011

SAD KERTIH

Sad artinya enam dan Kertih artinya suatu karya yang positif. Disebutkan bahwa untuk menjaga kehidupan yang seimbang dan berkelanjutan di daerah Bali ini ada enam hal yang wajib dilakukan, yaitu: Atma Kertih; Samudra Kertih; Wana Kertih; Danu Kertih; Jagat Kertih dan; Jana Kertih. Konsep Sad Kertih merupakan ajaran Hindu di Bali yang dapat ditelusuri sumbernya dalam lontar Purana Bali (I Ketut Wiana, 1999 – hal 48; 2007 – hal 14).
JAGAT KERTIH
Yaitu upaya untuk melestarikan keharmonisan hubungan sosial yang dinamis dan produktif berdasarkan kebenaran. Wadah kehidupan bersama mewujudkan kebenaran membangun keharmonisan sosial yang dinamis dalam masyarakat Hindu di Bali adalah desa pakraman. Di desa pakraman ini dikembangkan suatu keharmonisan antara hubungan manusia dengan Tuhan, antara sesama manusia, dan antara manusia dengan alam lingkungan berdasarkan kasih sayang, Tiga hubungan ini disebut Tri Hitakarana.
ATMA KERTIH
Yaitu Upaya menjaga agar kesucian Atma sebagai bagian dari Paramaatma yang berada pada setiap Bhuwana alit (microcosmos) dapat menyinari perilaku manusia menjadi baik, benar dan suci.
Untuk menegakkan kesucian Atma membutuhkan ruang , sarana, perhatian dan waktu tersendiri dalam kehidupan di dunia. Dari Atma Kertih inilah lahir tempat-tempat suci seperti tempat pemujaan Dewa Pitara (Dewa Pratista dan Atma Pratista).
SAMUDRA KERTIH
Yaitu upaya sistematis untuk menjaga kelestarian laut dan berbagai sumber-sumber alam yang ada didalamnya. Pelestarian itu dalam wujud skala dan niskala. Di laut lah diadakan upacara nanggul merana; upacara melasti, nganyut abu jenazah, nganyut sekah, upacara mapekelem dan lain-lain. Upacara tersebut bermakna untuk memotivasi umat agar memelihara kelestarian laut

WANA KERTIH
Yaitu upaya untuk melestarikan hutan. Karena itu di hutan umumnya dibangun pura Alas Angker (hutan lindung) untuk menjaga kelestarian hutan secara niskala, dihutan juga ada upacara pakelem  ke hutan atau ke gunung. Menurut kitab Pancawati ada diajarkan tentang tiga fungsi hutan untuk membangun hutan yang lestari disebut Wana Asri, yaitu: Maha wana, Tapa wana, Sri wana.
Maha wana adalah hutan belantara sebagai sumber dan pelindung berbagai sumber hayati didalamnya. Tapa wana artinya tempat-tempat orang suci mendirikan pertapaan atau pasraman. Sri wana artinya hutan sebagai sumber membangun kemakmuran ekonomi.
DANU KERTIH
Yaitu upaya untuk menjaga kelestarian sumber-sumber air tawar didaratan, seperti mata air, danau, sungai dan lain-lain. Di dananu ini juga diadakan upaya keagamaan yang berbentuk ritual sakral. Ada upacara mapakelem ke danau, ada juga umat melasti ke danau.

JANA KERTIH
Artinya mengupayakan kualitas manusia individu yang ideal. Manusia sebagai individu ideal akan dapat dikembangkan dalam wadah lingkungan alam dan lingkungan sosial yang kondusiv. Peluang bagi setiap orang untuk mengembangkan diri secara individual harus mendapatkan perhatian yang seimbang dengan kehidupan manusia sebagai  mahluk sosial.

Jumat, 28 Januari 2011

AGROPOLITAN

Menurut terminologi bahasa, Agropolitan berarti “ Kota Pertanian” yang merupakan terjemahan dari kata Agro yang artinya pertanian dan kata politan yang artinya kota. Sedangkan kawasan berarti bagian dari suatu wilayah (region) dengan fungsinya tersendiri, misalnya sebagai kawasan pertanian, perumahan, kawasan perdagangan dan sebagainya. Dengan demikian dapat ditarik suatu pengertian bahwa “Kawasan Agropolitan” merupakan bagian dari suatu wilayah yang bercirikan aktivitas pertanian yang didukung dengan sarana dan prasarana yang bercirikan perkotaan.

PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT

Pengelolaan Sampah dengan metode pengurangan sampah dengan program 3R merupakan program pemerintah untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Mengacu pada Permen. PU No. 21 PRT/M/2006 tentang kebijakan dan strategi Nasional Pengembangan Pengelolaan Persampahan terutama yang berkaitan dengan kebijakan pengurangan sampah sejak dari sumbernya dengan program unggulan 3R serta sasaran yang harus dicapai pada tahun 2010 sebesar 20%. Sesuai dengan UU No. 18/2008 tentang pengelolaan sampah, bahwa meningkatnya produksi sampah sejalan peningkatan jumlah penduduk dan konsumsi masyarakat, karena sampah merupakan sisa aktivitas kegiatan manusia. Selain itu sampah dipandang sebagai barang buangan yang tidak mempunyai nilai ekonomi. Upaya masyarakat mengelola sampah sejak dari sumbernya (3R) masih rendah, hal ini terjadi karena sosialisasi penanganan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, recycle) belum sepenuhnya dimengerti oleh masyarakat.

Rabu, 19 Januari 2011

KEUNIKAN DESA BENGKALA

ASAL USUL
Desa begkala merupakan salah satu desa yang terletak di kabupaten buleleng, kecamatan kubutambahan. Desa bengkala dihuni oleh lebih dari 2280 jiwa. Secara umum sektor utama mata pencaharian yang utama dari Desa bengkala ini yaitu pertanian dan perkebunan. Namun ada yang menarik untuk ditelusuri dari desa bengkala ini. Ternyata lebih dari 2 persen penduduk desa ini adalah penderita tuli bisu yang dalam bahasa bali juga biasa disebut kolok. Artinya lebih dari 47 jiwa di desa bengkala menderita tuli bisu yang konon telah diderita secara turun temurun sejak lebih dari 70 tahun yang lalu atau diperkirakan terjadi sekitar tahun 1940 an. Pada awalnya konon hanya ada satu penderita tuli bisu di desa ini yang diperkirakan menjadi cikal bakal penderita tuli bisu di desa bengkala ini.

Menurut mitos masyarkat setempat dikisahkan bahwa  orang kolok yang pada awalnya hanya satu orang tersebut merupakan titisan makhluk halus yang datang ke desa tersebut dan menjadi cikal bakal lahirnya keluarga yang hampir seluruh keluarga tersebut menderita kolok.
Dari segi ilmiah penderita kolok yang turun temurun juga dapat disebakan oleh terjadinya mutasi genetik yang mempunyai sifat resesif. Artinya jika pasangan suami istri sama – sama mempunyai gen yang bersifat resesif tersebut akan menurun ke anaknya. Jadi jika mereka ingin keturunannya tidak menderita kolok maka mereka harus menghindari perkawinan antara sesama penderita mutasi gen tersebut.

KEUNIKAN TARI JANGER KOLOK
 Tari janger kolok hampir sama dengan tari janger yang biasanya dipentaskan, namun pada tari janger ini ditarikan oleh orang – orang penderita kolok dan hanya diiringi oleh alat musik kendang sebagai pengatur irama. Disebutkan bahwa tarian ini terlahir ketika masyarakat setempat telah merasa bosan dengan hiburan – hiburan rakyat yang biasa dipentaskan seperti misalnya joged maupun hiburan rakyat lainnya, sehingga muncul ide untuk membuat suatu hiburan yang lain daripada yang lain dan terbentuklah sanggar tari janger kolok ini yang ternyata cukup di kenal sampai ke manca negara.
Ada satu hal yang mungkin bisa dipetik dari para penderita kolok ini, bukan dari keunikan desanya, namun kita bisa belajar dari kreativitas yang bisa terlahir dari orang – orang yang mempunyai keterbatasan fisik namun mampu menghasilkan karya yang tidak kalah hebat dengan orang – orang normal.