Rabu, 19 Januari 2011

KEUNIKAN DESA BENGKALA

ASAL USUL
Desa begkala merupakan salah satu desa yang terletak di kabupaten buleleng, kecamatan kubutambahan. Desa bengkala dihuni oleh lebih dari 2280 jiwa. Secara umum sektor utama mata pencaharian yang utama dari Desa bengkala ini yaitu pertanian dan perkebunan. Namun ada yang menarik untuk ditelusuri dari desa bengkala ini. Ternyata lebih dari 2 persen penduduk desa ini adalah penderita tuli bisu yang dalam bahasa bali juga biasa disebut kolok. Artinya lebih dari 47 jiwa di desa bengkala menderita tuli bisu yang konon telah diderita secara turun temurun sejak lebih dari 70 tahun yang lalu atau diperkirakan terjadi sekitar tahun 1940 an. Pada awalnya konon hanya ada satu penderita tuli bisu di desa ini yang diperkirakan menjadi cikal bakal penderita tuli bisu di desa bengkala ini.

Menurut mitos masyarkat setempat dikisahkan bahwa  orang kolok yang pada awalnya hanya satu orang tersebut merupakan titisan makhluk halus yang datang ke desa tersebut dan menjadi cikal bakal lahirnya keluarga yang hampir seluruh keluarga tersebut menderita kolok.
Dari segi ilmiah penderita kolok yang turun temurun juga dapat disebakan oleh terjadinya mutasi genetik yang mempunyai sifat resesif. Artinya jika pasangan suami istri sama – sama mempunyai gen yang bersifat resesif tersebut akan menurun ke anaknya. Jadi jika mereka ingin keturunannya tidak menderita kolok maka mereka harus menghindari perkawinan antara sesama penderita mutasi gen tersebut.

KEUNIKAN TARI JANGER KOLOK
 Tari janger kolok hampir sama dengan tari janger yang biasanya dipentaskan, namun pada tari janger ini ditarikan oleh orang – orang penderita kolok dan hanya diiringi oleh alat musik kendang sebagai pengatur irama. Disebutkan bahwa tarian ini terlahir ketika masyarakat setempat telah merasa bosan dengan hiburan – hiburan rakyat yang biasa dipentaskan seperti misalnya joged maupun hiburan rakyat lainnya, sehingga muncul ide untuk membuat suatu hiburan yang lain daripada yang lain dan terbentuklah sanggar tari janger kolok ini yang ternyata cukup di kenal sampai ke manca negara.
Ada satu hal yang mungkin bisa dipetik dari para penderita kolok ini, bukan dari keunikan desanya, namun kita bisa belajar dari kreativitas yang bisa terlahir dari orang – orang yang mempunyai keterbatasan fisik namun mampu menghasilkan karya yang tidak kalah hebat dengan orang – orang normal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

apa tanggapan anda mengenai tulisan ini?