Jumat, 18 November 2011

KONSEP ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI

Arsitektur Tradisional Bali bersumber dari ajaran ajaran serta tuntunan tentang merencanakan dan menciptakan ruang. Ajaran serta tuntutan tersebut mengandung nilai yang sangat mendasar, nilai filosofis, nilai religius serta nilai manusiawi yang termuat dalam lontar – lontar. Konseptual perancangan arsitektur tradisional Bali berdasarkan pada nilai tata ruang yang dibentuk oleh tiga sumbu berikut :
a.    Sumbu Cosmos  : Bhur, Bhuah dan Swah (hydrosfir, litosfir dan atmosfir)
b.    Sumbu Ritual     : Kangin dan Kauh (terbit dan terbenamnya matahari)
c.    Sumbu Natural   : Utara dan Selatan (gunung dan laut)
Menurut Eko Budihardjo, konsep dasar dari Arsitektur Tradisonal Bali (ATB) yang selalu dipakai pada pembangunan bangunan Bali dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.        Tri Loka or Tri Angga Hierarchy of Space
2.        Nawa Sanga or Sanga Mandala Cosmological Orientation
3.        Manik Ring Cecupu Balanced Cosmology
4.        Human Scale and Proportion
5.        Open air, ‘court concept
6.        Calrity of structure
                  7.   Truth of Materials

1 komentar:

  1. Thank buat infonya…..
    Blognya juga keren abizzzz!
    Bagi yang membutuhkan jasa Arsitek Bali,silahkan mampir di blog saya, http://tsgarchitectureanddesign.blogspot.com.
    Sukses selalu….

    BalasHapus

apa tanggapan anda mengenai tulisan ini?